TANJAB BARAT - Wakil Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Muhammad Ramadhana, bersama tujuh personel Senkom SAR Tanjabbar mengikuti Webinar PBSAR Senkom Mitra Polri. Kegiatan berlangsung di Studio Mini, Jalan Rambutan, Desa Purwodadi, Kecamatan Tebing Tinggi, pada Minggu (27/9/2026).
Acara dibuka oleh Ketua PB SAR Senkom Mitra Polri, Edi Hermawan, dari Studio Provinsi DIY. Ia mengingatkan seluruh peserta agar segera melaporkan jika terjadi musibah bencana di daerah masing-masing.
"Rekan-rekan semua, bila terjadi musibah bencana di daerah, supaya dilaporkan ke PB SAR dengan real time dan selalu update secara berkala," ujar Edi Hermawan. Laporan tersebut meliputi korban dan penanganannya, estimasi kerugian, serta kebutuhan mendesak seperti tenda dan lainnya.
Narasumber utama, Mujiono, memberikan pembekalan tentang optimalisasi penanganan pertama kecelakaan kendaraan melalui Studio Balikpapan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pertolongan korban kecelakaan sangat ditentukan oleh ketepatan tindakan pertama.
"Keberhasilan pertolongan kepada korban kecelakaan ditentukan dari keberhasilan pertolongan pertama. Jika salah, maka bisa berakibat fatal," tegas Mujiono di hadapan peserta webinar.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sebelum memberikan pertolongan. "Dalam memberikan pertolongan pertama, kita harus curiga terhadap kemungkinan cedera tulang belakang. Penanganan yang salah bisa mengakibatkan kelumpuhan," tambahnya.
Mujiono menjelaskan beberapa ciri korban yang mengalami cedera tulang belakang, seperti tangan kebas, bagian belakang telinga membiru, dan gejala lainnya. Peserta diminta jeli mengenali tanda-tanda tersebut sebelum melakukan evakuasi.
Apresiasi nyata diberikan oleh Muhammad Ramadhana kepada anggota Senkom SAR Tanjabbar atas antusiasme tinggi mereka dalam meningkatkan kapasitas diri melalui webinar ini. Melalui bekal ilmu yang diperoleh, tim diharapkan dapat terus mempertajam kemampuan evakuasi serta semakin profesional dalam memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan maupun bencana alam. Pada akhirnya, dedikasi dan kesiapsiagaan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif serta pengabdian yang luas bagi masyarakat, nusa, dan bangsa
Kegiatan ini sejalan dengan motto Senkom SAR, "Siaga saat aman, ada saat dibutuhkan." Diharapkan, ilmu yang diperoleh dapat memperkuat kapasitas personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.*(ABD).