• Jelajahi

    Copyright © Senkom Jambi
    Senkom Jambi

    Ketua Umum ASAD Ajak Bengkulu Bangun Prestasi Pencak Silat Lewat MUSPROV VI

    Sholeh Persinas ASAD
    Minggu, 25 Oktober 2026, Oktober 25, 2026 WIB Last Updated 2026-10-25T12:50:44Z

     



    Bengkulu — Ketua Umum Pengurus Besar PERSINAS ASAD, Marsma TNI (Purn.) H. Sukur, M.Si., menegaskan pentingnya menjadikan prestasi pencak silat sebagai kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya dalam Musyawarah Provinsi (MUSPROV) VI PERSINAS ASAD Provinsi Bengkulu yang berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di Gedung DPW LDII Provinsi Bengkulu.


    Menurut H. Sukur, pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai seni bela diri dan cabang olahraga prestasi, tetapi juga merupakan warisan budaya bangsa yang perlu dijaga dan dikembangkan.


    “Melalui MUSPROV VI PERSINAS ASAD ini, kita ingin ikut serta membangun Provinsi Bengkulu melalui prestasi pencak silat. Kita ingin para pesilat mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah melalui prestasi yang membanggakan,” ujar H. Sukur.


    Ia menjelaskan, pengakuan pencak silat sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO menjadi pengingat pentingnya menjaga keberlangsungan seni bela diri tradisional Indonesia. Upaya tersebut perlu didukung dengan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mempelajari pencak silat, mengembangkan kemampuan, dan meraih prestasi.


    “Pencak silat adalah budaya bangsa yang harus kita lestarikan. Ini merupakan kebanggaan bangsa Indonesia yang harus terus kita jaga dan kembangkan. Karena itu, generasi muda perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk mengenal, mempelajari, serta berprestasi melalui pencak silat,” tambahnya.


    H. Sukur juga menekankan bahwa MUSPROV bukan sekadar forum musyawarah organisasi, melainkan momentum untuk mengevaluasi program kerja dan merumuskan langkah strategis dalam memperkuat pembinaan pesilat di daerah.


    Melalui program kerja yang terarah dan kerja sama seluruh jajaran organisasi, PERSINAS ASAD diharapkan mampu melahirkan pesilat yang kompetitif, berprestasi, serta memiliki karakter luhur.


    Selain kemampuan bertanding, pembinaan pencak silat juga perlu menanamkan nilai kedisiplinan, sportivitas, persaudaraan, dan budi pekerti. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi pesilat untuk berkontribusi positif bagi masyarakat.


    “Harapan kita, PERSINAS ASAD terus berkembang dan mampu melahirkan pesilat yang berprestasi serta memiliki karakter yang baik. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat menjaga warisan budaya bangsa sekaligus membawa nama Provinsi Bengkulu melalui prestasi pencak silat,” ungkapnya.


    Melalui MUSPROV VI, PERSINAS ASAD Provinsi Bengkulu diharapkan semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, meningkatkan kualitas pembinaan, dan menyusun program kerja yang berorientasi pada prestasi.


    Dengan demikian, pencak silat diharapkan tidak hanya berkembang di arena pertandingan, tetapi juga tetap lestari sebagai warisan budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur bagi generasi mendatang.

    Komentar

    Tampilkan